Ibadah Haji Meliputi :Ibadah HajiPengertian Ibadah HajiHukum Ibadah HajiSyarat-Syarat HajiSyarat Wajib HajiRukun HajiWajib HajiSunnah HajiDalil Mengenai Ibadah HajiDalil HajiIbadah HajiSetiap bulan Zulhijjah umat Islam dari penjuru dunia banyak pergi ke Baitullah untuk melaksanakan rukun islam yang kelima yaitu menjalankan ibadah haji. Ibadah haji dilaksanakan bila seseorang telah mampu. Mampu dimaksudkan mampu membiayai ibadah haji dan ketika dalam melaksanakan ibadah haji telah meninggalkan sejumlah biaya untuk keluarga di rumah. Ibadah haji merupakan bapak tilas bagi pemeluk agama islam diseluruh dunia dari sejarah masa lalu keluarha Nabi Ibrahim a.s. sebagai simbol perjalanan hidup manusia dari dunia sampai alam akhirat.Pengertian dan Hukum ibadah HajiSecara bahasa haji berasal dari bahasa Arab yaitu haji yang artinya menyengaja sesuatu. Sedangkan menurut syara’ haji berarti mengunjungi Ka’bah (baitulloh) untuk melakukan ibadah dengan syarat-syarat yang sudah ditentukan. Ibadah haji merupakan rukun islam yang kelima (haji bila mampu). Haji wajib dilaksanakan bila mampu. Maksud dari mampu adalah secara meterial yaitu cukup untuk biaya dirinya sendiri maupun untuk keluarga yang ditinggal, dan mampu secara fisik (sehat) dalam melaksanakan ibadah haji.Bagi umat islam yang mampu berhaji namun tidak melaksanakannya maka ia mendapat dosa karena telah meninggalkan kewajibannya.Ibadah haji wahib hukumnya dilaksanakan sebagaimana firman Allah Swt. sebagai berikut:فيهِ ءايٰتٌ بَيِّنٰتٌ مَقامُ إِبرٰهيمَ ۖ وَمَن دَخَلَهُ كانَ ءامِنًا ۗ وَلِلَّهِ عَلَى النّاسِ حِجُّ البَيتِ مَنِ استَطاعَ إِلَيهِ سَبيلًا ۚ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِىٌّ عَنِ العٰلَمينَArtinya: “Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barang siapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam” (Q.S. Ali Imran/3:97)Disamping wajib melaksanakan ibadah haji, umat islam juga wajib melaksanakan ibadah umrah. Oleh karena itu banyak jamaah haji melaksanakan ibadah haji dan ibadah umrah. Berikut tata cara melaksanakan ibadah haji dan ibadah umrah, yaitu:1. Ifrad, yaitu mengerjakan ibadah haji terlebih dahulu lalu mengerjakan ibadah umrah.2. Tamattu’, yaitu mengerjakan ibadah umrah terlebih dahulu lalu mengerjakan ibadah haji.3. Qiran, yaitu mengerjakan haji dan umrah secara bersama-sama.Syarat wajib HajiSebelum melaksanakan ibadah haji, terdapat beberapa syarat wajib bagi para calon jamaah haji yang harus dipenuhi, antara lain:1. IslamOrang yang bukan islam tidak wajib haji. Apabila non muslim tersebut haji maka hajinya tidak sah. Bila ingin sah maka harus masuk islam terlebih dahulu.2. BalighAnak kecil yang belum pubertas tidak wajib haji. Apabila ia tetap melaksanakan ibadah haji, maka hajinya tetap sah. Namun, setelah ia dewasa ia tetap wajib melaksanakan ibadah haji.3. Berakal sehatOrang yang akalnya tidak waras (gila) maka ia tidak wajib haji. Apabila orang yang tidak waras (gila) ini tetap melaksanakan ibadah haji, maka hajinya tetap tidak akan sah.4. MerdekaJika ingin melaksanakan ibadah haji adalah dengan ijin seorang atasan.5. MampuHarus mampu baik fisik, materi, dan keamanan.Rukun hajiRukun haji merupakan serangkaian kegiatan yang apabila salah satunya tidak dikerjakan maka hajinya tidak sah dan tidak boleh digantikan dengan dam(denda). Maka rukun haji merupakan penentu haji sah atau tidak.Adapun rukun haji adalah sebagai berikut:1. Ihram dengan niatBerniat mengerjakan ibadah haji. Niat dilakukan ikhlas di dalam hati.Untuk haji Tamattu : “Labbaika Umrotan Mutamatti’an biha ila al-hajj” (Aku penuhi panggilanMu untuk umrah dan tamattu hingga haji).Yang haji Ifrad : “Labbaika Hajjan” (Aku penuhi panggilanMu untuk haji).2. WukufDatang atau hadir di padang Arafah pada waktu yang telah ditentukan mulai waktu zuhur tanggal 9 Zulhijjah sampai terbit fajar tanggal 10 Zulhijjah.3. TawafYaitu mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh kali.Syarat tawaf:a. suci dari hadast dan kotoran pada badan, pakaian, dan tempat.b. menutup aurat bagi yang mampu menutupnya. Bila terbuka aurat harus menutupnya lalu tidak usah memulai dari awal lagi meskipun dengan disengaja dan lama waktu pemisahnya.c. berniat tawaf. kalau dikerjakan terpisah, yakni jika tidak tercakup oleh ibadah lain. Kalau tercakup Ibadah Haji maka niatnya itu sunat hukumnya.d. mulai dari thawaf dari hajar aswad. Yaitu bertepatan dengan hajar aswad ketika lewat, yakni anggota badan kirinyae. menjadikan baitullah disebelah kirinya ketika lewat ke arah depannya kalau tidak demikian tidak syah thawafnya.f. melakukan thawaf 7 kali dengan yakin, Walaupun pada waktu makruhMacam – Macam Tawaf:a. Tawaf Qudum, yaitu tawaf yang dilakukan saat pertama sampai Mekkahb. Tawaf Umrah, yaitu tawaf yang dilaksanakan pada saat umrahc. Tawaf Ifadah, yaitu tawaf yang dilakukan untuk melaksanakan rukun hajid. Tawaf wada, yaitu tawaf yang dilakukan saat akan meninggalkan Mekkah (tawaf pamitan).e. Tawaf Sunnah, yaitu tawaf yang dilakukan setiap waktu dan tidak di ikuti Sa’i4. Sa’iYaitu berlari-larian kecil dari bukit Safa ke bukit Marwah.Syarat-syarat Sa’i:a. Melakukan perjalanan sa’i secara keseluruhan dan tidak boleh ada yang tersisa. Kaki hendaknya menempel pada bukit, baik Shafa maupun Marwah, karena Rasul Allah SAW mengerjakannya begitu.b. Memulai dari Shafa dan berakhir di bukit Marwah. Jikalau dibalik maka sa’i tersebut tidak sah.c. Melakukan sa’i sesudah thawaf yang sah dan baik.d. Melakukan sa’i 7 kali perjalanan sa’i.Sa’i dilakukan di mas’a (tempat berlari) yaitu jalan yang terbentang antara Shafa dan Marwah yang telah disediakan untuk itu.Ada beberapa sunat Sa’ia. Berdoa antara Shafa dan Marwah.b. Melaksanakannya dalam keadaan suci dan menutup aurat.c. Laki-laki berlari-lari keeil di antara dua tonggak hijau yang terdapat di dalam mas’a.d. Melaksanakannya dalam kondisi tidak berdesak-desakan. Jika memang terpaksa berdesak-desakan hendaknya diupayakan agar tidak mengganggu orang lain.e. Melaksanakannya dengan berjalan kaki. Jika tidak kuat, dapat melaksanakannya dengan kendaraan atau ditanduf. Melaksanakannya dengan berturut-turut, tidak terpotong-potong, kecuali apabila pada waktu sedang sa’i itu dilakukan salat jenazah.Dalam keadaan semacam itu, sa’i dibolehkan dipotong untuk mengikuti salat jenazah tersebut sudah selesai maka sa’i dapat dilanjutkan dengan menambahi saja yang masih kurang.Wajib HajiSelain mengerjakan rukun haji, jamaah haji juga harus mengerjakan wajib haji. Berbeda dengan rukun haji, wajib haji adalah serangkaian kegiatan yang harus dikerjakan apabila salah satu kegiatan tidak dikerjakan maka hajinya tetap sah tetapi harus membayar dam(denda) atau menyembelih hewan.Adapaun wajib hajinya sebagai berikut:1. Ihram dan miqatYaitu batasan waktu dan tempat yang telah ditentukan.2. Berhenti di MuzdalifahBerhenti di Muzdalifah sesudah tengah malam, di malam hari raya haji sesudah hadir di Padang Arafah.3. Melontarkan jumlah Aqabah pada hari raya haji.4. Melontarkan tiga jumrah5. Bermalam di Mina6. Tawaf wada’yaitu adalah tawaf yang dilaksanakan sewaktu akan meningggalakan mekah7. Tidak melakukan perbuatan yang dilarang atau diharamkan.Sunah HajiSunah haji adalah serangkaian kegiatan haji yang apabila dilakukan mendapat pahala dan apabila tidak dilakukan tidak mendapat dosa.Adapun sunah hajinya sebagai berikut:1. IfradYaitu ihram untuk haji dahulu baru umrah2. Membaca talbiyah selama ihram sampai melontar jumrah aqabah pada hari raya idul adha3. Berdoa sesudah membaca talbiyah4. Membaca zikir sewaktu tawaf5. Salat dua rakaat sesudah tawaf6. Masuk ke Ka’bahDalil mengenai ibadah HajiPertama: Ibadah Haji merupakan amalan yang paling afdhol.Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,سُئِلَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – أَىُّ الأَعْمَالِ أَفْضَلُ قَالَ « إِيمَانٌ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ » . قِيلَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ « جِهَادٌ فِى سَبِيلِ اللَّهِ » . قِيلَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ « حَجٌّ مَبْرُورٌ »“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya, “Amalan apa yang paling afdhol?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.” Ada yang bertanya lagi, “Kemudian apa lagi?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Jihad di jalan Allah.” Ada yang bertanya kembali, “Kemudian apa lagi?” “Haji mabrur”, jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Bukhari no. 1519)Kedua: Jika ibadah haji tidak bercampur dengan dosa (syirik dan maksiat), maka balasannya adalah surgaDari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ“Dan haji mabrur tidak ada balasan yang pantas baginya selain surga.” (HR. Bukhari no. 1773 dan Muslim no. 1349). An Nawawi rahimahullah menjelaskan, “Yang dimaksud, ‘tidak ada balasan yang pantas baginya selain surga’, bahwasanya haji mabrur tidak cukup jika pelakunya dihapuskan sebagian kesalahannya. Bahkan ia memang pantas untuk masuk surga.” (Syarh Shahih Muslim, 9/119)Ketiga: Haji termasuk jihad fii sabilillah (jihad di jalan Allah)Dari ‘Aisyah—ummul Mukminin—radhiyallahu ‘anha, ia berkata,يَا رَسُولَ اللَّهِ ، نَرَى الْجِهَادَ أَفْضَلَ الْعَمَلِ ، أَفَلاَ نُجَاهِدُ قَالَ « لاَ ، لَكِنَّ أَفْضَلَ الْجِهَادِ حَجٌّ مَبْرُورٌ »“Wahai Rasulullah, kami memandang bahwa jihad adalah amalan yang paling afdhol. Apakah berarti kami harus berjihad?” “Tidak. Jihad yang paling utama adalah haji mabrur”, jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Bukhari no. 1520)Keempat: Haji akan menghapuskan kesalahaan dan dosa-dosaDari Abu Hurairah, ia berkata bahwa ia mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,مَنْ حَجَّ لِلَّهِ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ“Siapa yang berhaji ke Ka’bah lalu tidak berkata-kata seronok dan tidak berbuat kefasikan maka dia pulang ke negerinya sebagaimana ketika dilahirkan oleh ibunya.” (HR. Bukhari no. 1521).Kelima: Haji akan menghilangkan kefakiran dan dosa.Dari Abdullah bin Mas’ud, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِى الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ وَالذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَلَيْسَ لِلْحَجَّةِ الْمَبْرُورَةِ ثَوَابٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ“Ikutkanlah umrah kepada haji, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak. Sementara tidak ada pahala bagi haji yang mabrur kecuali surga.” (HR. An Nasai no. 2631, Tirmidzi no. 810, Ahmad 1/387. Kata Syaikh Al Albani hadits ini hasan shahih)Keenam: Orang yang berhaji adalah tamu AllahDari Ibnu ‘Umar, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,الْغَازِى فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَالْحَاجُّ وَالْمُعْتَمِرُ وَفْدُ اللَّهِ دَعَاهُمْ فَأَجَابُوهُ وَسَأَلُوهُ فَأَعْطَاهُمْ“Orang yang berperang di jalan Allah, orang yang berhaji serta berumroh adalah tamu-tamu Allah. Allah memanggil mereka, mereka pun memenuhi panggilan. Oleh karena itu, jika mereka meminta kepada Allah pasti akan Allah beri” (HR. Ibnu Majah no 2893. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).Ketujuh: Allah Ta’ala berfirman:وَلِلّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلاً وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ الله غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS. Ali Imran: 97)Kedelapan: Dari Ibnu Umar radhiallahu anhuma dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:بُنِيَ الإسلامُ عَلَى خَمْسٍ: شهادةُ ألا إله إلا اللهُ وَأَنَّ محمداً رسولُ اللهِ، وَإِقامُ الصلاةِ وإِيْتاءُ الزَّكاةِ، وَحَجُّ الْبَيْتِ، وَصَوْمُ رَمَضانَ“Islam dibangun di atas lima perkata: Persaksian Laa ilaha illallah dan Muhammad Rasulullah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, berhaji di Makkah, dan berpuasa di bulan Ramadhan.” (HR. Al-Bukhari no. 8 dan Muslim no. 16)Kesembilan: Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berkhutbah dan bersabda:يا أَيُّها النّاسُ قَدْ فُرِضَ عَلَيْكُمُ الْحَجُّ فَحَجُّوا. فَقالَ رَجُلٌ: أَفِي كُلِّ عامٍ يا رسولَ اللهِ؟ فَسَكَتَ حَتَّى قَالَها ثَلاَثاً، فقال: لَوْ قُلْتُ: نعم، لَوَجَبَتْ وَلَمَا اسْتَطَعْتُمْ“Wahai sekalian manusia, sungguh telah diwajibkan atas kalian berhaji maka berhajilah kalian. Lalu ada seorang yang bertanya, “Apakah wajib setiap tahun wahai Rasulullah?” beliau lalu terdiam. Sampai ketika orang itu bertanya pada kali yang ketiga beliau menjawab, “Seandainya saya katakan ‘ya’ maka haji akan menjadi wajib setiap tahunnya dan kalian pasti tidak akan sanggup melakukannya.” (HR. Muslim no. 1337)Kesepuluh:ِنَّ اَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِىْ بِبَكَّةَ مُبَارَكاً وَهُدًى لِلْعَالَمِيْنَ ٠ فِيْهِ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ مَقَامُ اِبْرَاهِيْمَ ٬ وَمَنْ دَخَلَهُ كَانَ آمِنًا ٬ وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلاً ٠ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اﷲَ غَنِىٌّ عَنِ الْعَالَمِيْنَ٠Artinya: “Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekkah) yang diberkati, dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim. Barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah ia. Dan mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup melakukan perjalanan ke Baitullah. Dan barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan) semesta alam. “Kesebelas: Sebagaimana yang diriwayatkan al-Bukhari dan Muslim, dari Abu Hurairah RA:بُنِىَ الاِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ اَنْ لآ اِلَهَ اِلاَّ اﷲُ٬ وَاَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اﷲِ٬ وَاِقَامِ الصَّلاَةِ ٠ وَاِيْتَاءِ الزَّكاَةِ ٬ وصَوْمِ رَمَضَانَ ٬ وَحِجِّ الْبَيْتِ لِمَنْ اِسْتَطَاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلاً٠Artinya: “Islam dibina atas lima perkara: 1) bersaksi bahwasanya tiada Tuhan melainkan Allah, dan bahwa Muhammad itu Rasul Allah, 2) mendirikan shalat, 3) menunaikan zakat, 4) puasa di bulan Ramadhan, dan 5) melakukan haji ke Baitullah, bagi orang yang mampu melakukan perjalanan kesana.”
Pengertian dan Hukum Ibadah Umrah
Ibadah Umrah meliputi:Ibadah UmrahPengertian UmrahHukum UmrahSyarat Wajib UmrahRukun UmrahWajib UmrahDalil UmrahMengenai UmrahPengertian dan Hukum Ibadah UmrahSecara bahasa, umrah berarti berkunjung. Secara istilah berarti berkunjung ke Ka’bah dengan melaksanakan tawaf dan sa’i dalam waktu yang sudah ditentukan.Apa itu tawaf ?Tawaf yaitu mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh kali.Apa itu sa’i ?Sa’i yaitu berlari-larian kecil dari bukit Safa ke bukit Marwah.Hukum ibadah umrah adalah fardhu ain bagi umat islam untuk sekali hidupnya. Sebagaimana firman Allah Swt.وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ للهِ فَإِنْ أُحْصِرْتُمْ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِ وَلاَ تَحْلِقُوا رُءُوسَكُمْ حَتَّى يَبْلُغَ الْهَدْيُ مَحِلَّهُ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ بِهِ أَذًى مِّن رَّأْسِهِ فَفِدْيَةُُ مِّنْ صِيَامٍ أَوْ صَدَقَةٍ أَوْ نُسُكٍ فَإِذَآ أَمِنتُمْ فَمَن تَمَتَّعَ بِالْعُمْرَةِ إِلَى الْحَجِّ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدِْي فَمَن لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ فِي الْحَجِّ وَسَبْعَةٍ إِذَارَجَعْتُمْ تِلْكَ عَشَرَةٌ كَامِلَةٌ ذَلِكَ لِمَن لَّمْ يَكُنْ أَهْلُهُ حَاضِرِي الْمَسْجِدِ الْحَراَمِ وَاتَّقُوا اللهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ (196)”Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah. Jika kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau karena sakit), maka (sembelihlah) korban yang mudah didapat, dan jangan kamu mencukur kepalamu sebelum korban sampai di tempat penyem-belihannya. Jika ada di antara kamu yang sakit atau ada gang-guan di kepalanya (lalu ia bercukur), maka wajiblah atasnya membayar fidyah; yaitu berpuasa atau bersedekah atau berkor-ban. Apabila kamu telah (merasa) aman, maka bagi siapa yang ingin mengerjakan ‘umrah sebelum haji (di dalam bulan haji), (wajiblah ia menyembelih) korban yang mudah didapat. Tetapi jika ia tidak menemukan (binatang korban atau tidak mampu), maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) apabila kamu telah pulang kembali. Itulah sepuluh (hari) yang sempurna. Demikian itu (kewajiban membayar fidyah) bagi orang-orang yang keluarganya tidak berada (di sekitar) Masjidil Haram (orang-orang yang bukan penduduk kota Mekah). Dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaanNya.” (Al-Baqarah: 196).Sebagian orang menyebut umrah dengan haji kecil. Ketentuannya pun hampir sama dengan haji namun lebih sederhana.Syarat Wajib UmrahBerikut syarat yang harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum melaksanakan ibadah umrah:1. IslamOrang yang bukan islam tidak wajib umrah. Apabila non muslim tersebut melaksanakan umrah maka umrahnya tidak sah. Bila ingin sah maka harus masuk islam terlebih dahulu.2. BalighAnak kecil yang belum pubertas tidak wajib umrah. Apabila ia tetap melaksanakan ibadah umrah, maka umrahnya tetap sah. Namun, setelah ia dewasa ia tetap wajib melaksanakan ibadah umrah.3. Berakal sehatOrang yang akalnya tidak waras (gila) maka ia tidak wajib haji. Apabila orang yang tidak waras (gila) ini tetap melaksanakan ibadah umrah, maka umrahnya tetap tidak akan sah.4. MerdekaJika ingin melaksanakan ibadah umrah adalah dengan ijin seorang atasan.5. MampuHarus mampu baik fisik, materi, dan keamanan.Rukun UmrahAgar umrah yang kita laksanakan menjadi sah, alangkah baiknya kita memperhatikan rukun umrah terlebih dahulu. Rukun umrah adalah merupakan serangkaian kegiatan yang apabila salah satunya tidak dikerjakan maka umrahnyanya tidak sah dan tidak boleh digantikan dengan dam(denda). Berikut adalah rukun umrah:1. IhramBerniat dalam hati untuk melaksanakan umrah.2. TawafMengelilingi ka’bah sebanyak tujuh kali(Berlawanan dengan arah jarum jam).3. Sa’iYaitu berlari-larian kecil dari bukit Safa ke bukit Marwah.4. TahalulMencukur rambut sekurang-kurangnya 3 helai rambut.5. TertibSesuai harus urut.Wajib Umrah1. Ihram dari miqatnyaMiqat dalam umrah ada dua macam yaitu miqar zamani(sepanjang tahun) dan miqat makani.2. Menjauhi semua larangan dalam melaksanakan ibadah umrah.Dalil Mengenai Ibadah Umrahإِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ”Sesungguhnya Shafaa dan Marwa adalah sebahagian dari syi’ar Allah[102]. Maka Barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber-‘umrah, Maka tidak ada dosa baginya[103] mengerjakan sa’i antara keduanya. dan Barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, Maka Sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri[104] kebaikan lagi Maha mengetahui.”عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلْ عَلَى النِّسَاءِ مِنْ جِهَادٍ قَالَ نَعَمْ عَلَيْهِنَّ جِهَادٌ لَا قِتَالَ فِيهِ الْحَجُّ وَالْعُمْرَةُDiriwayatkan dari Aisyah, ia berkata, “ِAku bertanya kepada Rasulullah صلّى الله عليه وسلّم , ”Wahai Rasulullah, apakah jihad wajib atas kaum wanita?” Rasulullah صلّى الله عليه وسلّم menjawab, “Ya, wajib atas mereka jihad yang tidak ada pertempuran di dalamnya, yaitu haji dan umroh.”« احْجُجْ عَنْ أَبِيكَ وَاعْتَمِرْ ».“Berhajilah kamu menggantikan ayahmu dan berumrohlah.” (Shahih Abu Dawud)PenutupMungkin sekian ilmu yang saya bagikan. Semoga bermanfaat bagi kalian. Jangan lupa untuk membagikan ilmu ini ke orang-orang disekitar agar ilmu ini menjadi penyelamat kalian di akhirat nanti.Wassalamualaikum Wr. Wb.
Perkenalkan Diri Anda (Contoh Pos)
Ini adalah contoh pos yang aslinya dipublikasikan sebagai bagian dari Blogging University. Ikuti salah satu dari sepuluh program kami, dan mulai buat blog dengan tepat.
Anda akan memublikasikan pos hari ini. Jangan khawatir dengan tampilan blog Anda. Jangan khawatir jika Anda belum memberinya nama, atau merasa bingung. Cukup klik tombol “Pos Baru”, dan beri tahu kami apa yang ingin Anda lakukan di sini.
Mengapa harus melakukannya?
- Karena ini memberikan konteks kepada pembaca baru. Apa fokus Anda? Mengapa mereka harus membaca blog Anda?
- Karena ini akan membantu Anda fokus pada gagasan Anda sendiri mengenai blog ini dan yang ingin Anda lakukan di dalamnya.
Posnya bisa singkat atau panjang, pengantar personal mengenai kehidupan Anda atau pernyataan misi blog, sebuah manifesto untuk masa depan, atau garis besar sederhana tentang hal yang ingin Anda publikasikan.
Berikut ini beberapa pertanyaan untuk membantu Anda memulai:
- Mengapa Anda memilih untuk menulis blog secara publik daripada menulis jurnal pribadi?
- Topik apa yang ingin Anda tulis?
- Siapa yang ingin Anda jangkau melalui blog Anda?
- Jika Anda berhasil menulis blog dengan lancar sepanjang tahun depan, apa yang ingin Anda raih?
Tidak ada yang mengikat Anda. Salah satu hal yang menakjubkan tentang blog adalah perubahannya yang terus menerus seiring kita belajar, tumbuh, dan berinteraksi satu sama lain. Namun Anda sebaiknya mengetahui tempat dan alasan memulai, dan mengartikulasikan target Anda mungkin dapat memberikan beberapa ide lain untuk pos Anda.
Tidak tahu cara memulai? Tuliskan saja hal pertama yang muncul di kepala. Anne Lamott, pengarang buku tentang menulis yang kita suka, berkata bahwa Anda harus merelakan diri untuk menulis “konsep pertama yang jelek”. Tidak usah malu. Apa yang dikatakan Anne sangat bagus — mulai menulis saja dulu, dan sunting nanti jika tulisan sudah selesai.
Saat sudah siap memublikasikan, berikan tiga sampai lima tag pada pos yang menjelaskan fokus blog Anda, apakah itu tentang menulis, fotografi, fiksi, pengasuhan anak, makanan, mobil, film, olahraga, apa saja. Tag ini akan memudahkan orang lain yang tertarik dengan topik Anda menemukan Anda di Pembaca. Pastikan salah satu tagnya “zerotohero” agar blogger baru lainnya dapat menemukan Anda juga.
Perkenalkan Diri Anda (Contoh Pos)
Ini adalah contoh pos yang aslinya dipublikasikan sebagai bagian dari Blogging University. Ikuti salah satu dari sepuluh program kami, dan mulai buat blog dengan tepat.
Anda akan memublikasikan pos hari ini. Jangan khawatir dengan tampilan blog Anda. Jangan khawatir jika Anda belum memberinya nama, atau merasa bingung. Cukup klik tombol “Pos Baru”, dan beri tahu kami apa yang ingin Anda lakukan di sini.
Mengapa harus melakukannya?
- Karena ini memberikan konteks kepada pembaca baru. Apa fokus Anda? Mengapa mereka harus membaca blog Anda?
- Karena ini akan membantu Anda fokus pada gagasan Anda sendiri mengenai blog ini dan yang ingin Anda lakukan di dalamnya.
Posnya bisa singkat atau panjang, pengantar personal mengenai kehidupan Anda atau pernyataan misi blog, sebuah manifesto untuk masa depan, atau garis besar sederhana tentang hal yang ingin Anda publikasikan.
Berikut ini beberapa pertanyaan untuk membantu Anda memulai:
- Mengapa Anda memilih untuk menulis blog secara publik daripada menulis jurnal pribadi?
- Topik apa yang ingin Anda tulis?
- Siapa yang ingin Anda jangkau melalui blog Anda?
- Jika Anda berhasil menulis blog dengan lancar sepanjang tahun depan, apa yang ingin Anda raih?
Tidak ada yang mengikat Anda. Salah satu hal yang menakjubkan tentang blog adalah perubahannya yang terus menerus seiring kita belajar, tumbuh, dan berinteraksi satu sama lain. Namun Anda sebaiknya mengetahui tempat dan alasan memulai, dan mengartikulasikan target Anda mungkin dapat memberikan beberapa ide lain untuk pos Anda.
Tidak tahu cara memulai? Tuliskan saja hal pertama yang muncul di kepala. Anne Lamott, pengarang buku tentang menulis yang kita suka, berkata bahwa Anda harus merelakan diri untuk menulis “konsep pertama yang jelek”. Tidak usah malu. Apa yang dikatakan Anne sangat bagus — mulai menulis saja dulu, dan sunting nanti jika tulisan sudah selesai.
Saat sudah siap memublikasikan, berikan tiga sampai lima tag pada pos yang menjelaskan fokus blog Anda, apakah itu tentang menulis, fotografi, fiksi, pengasuhan anak, makanan, mobil, film, olahraga, apa saja. Tag ini akan memudahkan orang lain yang tertarik dengan topik Anda menemukan Anda di Pembaca. Pastikan salah satu tagnya “zerotohero” agar blogger baru lainnya dapat menemukan Anda juga.
Perkenalkan Diri Anda (Contoh Pos)
Ini adalah contoh pos yang aslinya dipublikasikan sebagai bagian dari Blogging University. Ikuti salah satu dari sepuluh program kami, dan mulai buat blog dengan tepat.
Anda akan memublikasikan pos hari ini. Jangan khawatir dengan tampilan blog Anda. Jangan khawatir jika Anda belum memberinya nama, atau merasa bingung. Cukup klik tombol “Pos Baru”, dan beri tahu kami apa yang ingin Anda lakukan di sini.
Mengapa harus melakukannya?
- Karena ini memberikan konteks kepada pembaca baru. Apa fokus Anda? Mengapa mereka harus membaca blog Anda?
- Karena ini akan membantu Anda fokus pada gagasan Anda sendiri mengenai blog ini dan yang ingin Anda lakukan di dalamnya.
Posnya bisa singkat atau panjang, pengantar personal mengenai kehidupan Anda atau pernyataan misi blog, sebuah manifesto untuk masa depan, atau garis besar sederhana tentang hal yang ingin Anda publikasikan.
Berikut ini beberapa pertanyaan untuk membantu Anda memulai:
- Mengapa Anda memilih untuk menulis blog secara publik daripada menulis jurnal pribadi?
- Topik apa yang ingin Anda tulis?
- Siapa yang ingin Anda jangkau melalui blog Anda?
- Jika Anda berhasil menulis blog dengan lancar sepanjang tahun depan, apa yang ingin Anda raih?
Tidak ada yang mengikat Anda. Salah satu hal yang menakjubkan tentang blog adalah perubahannya yang terus menerus seiring kita belajar, tumbuh, dan berinteraksi satu sama lain. Namun Anda sebaiknya mengetahui tempat dan alasan memulai, dan mengartikulasikan target Anda mungkin dapat memberikan beberapa ide lain untuk pos Anda.
Tidak tahu cara memulai? Tuliskan saja hal pertama yang muncul di kepala. Anne Lamott, pengarang buku tentang menulis yang kita suka, berkata bahwa Anda harus merelakan diri untuk menulis “konsep pertama yang jelek”. Tidak usah malu. Apa yang dikatakan Anne sangat bagus — mulai menulis saja dulu, dan sunting nanti jika tulisan sudah selesai.
Saat sudah siap memublikasikan, berikan tiga sampai lima tag pada pos yang menjelaskan fokus blog Anda, apakah itu tentang menulis, fotografi, fiksi, pengasuhan anak, makanan, mobil, film, olahraga, apa saja. Tag ini akan memudahkan orang lain yang tertarik dengan topik Anda menemukan Anda di Pembaca. Pastikan salah satu tagnya “zerotohero” agar blogger baru lainnya dapat menemukan Anda juga.
